Rabu, 20 Mei 2015

Onno W.Purbo






BIOGRAFI
Bicara tentang kemajuan teknologi seolah tak pernah lepas dengan seorang pakar kelahiran Bandung, 17 Agustus 1962, Onno W. Purbo. Namanya yang populer dengan serangkaian prestasi gemilang, karya, dan banyak penghargaan seringkali menghiasi laman-laman media baik cetak, online, maupun TV. Onno -begitu ia disapa- merupakan wisudawan terbaik Teknik Elektro ITB pada tahun 1987 yang kemudian melanjutkan studi magister dan doktoral di McMaster University, Kanada dan Universitas Waterloo, Kanada.

Pelopor dunia IT yang menggagas program RT/ RW-Net ini adalah orang yang berjasa dengan adanya internet di Indonesia. Kiprahnya di dunia teknologi sudah tidak diragukan lagi. Pria yang senang berbagi ilmu untuk mencerdaskan bangsa dalam dunia IT ini banyak berpihak pada kesejahteraan masyarakat kecil sesuai ajaran yang diajarkan ayahnya, Hasan Poerbo, seorang Professor bidang lingkungan hidup ITB.

Sebagai seorang pendidik, Onno memiliki impian besar mewujudkan gateway internet pendidikan yang bisa mengaitkan berbagai lembaga pendidikan yang ada. Kebetulan ITB masuk ke dalam jaringan kerja Asia Internet Interconnection Intiatives (AI3) Project yang bermarkas di Jepang. Proyek ini dimotori oleh dua samurai internet yakni Jun Murai, pelopor internet pendidikan di Jepang yang menyandang gelar profesor doktor, serta Suguru Yamaguchi, ilmuwan muda berusia 30 tahun, juga seorang profesor doktor. Yamaguchi adalah pemimpin langsung AI3.

Onno senang, sebab satuan tugas AI3 ITB, yang dipimpin ketua Lembaga Penelitian ITB Prof. Widiadnyana Merati, mendapat dukungan penuh sivitas akademika hingga timnya dapat bekerja lebih leluasa tanpa gangguan birokrasi ini-itu. Kelak, ITB akhirnya mampu mewujudkan gateway pada kecepatan 2 Mbps, selain memasang serat fiber optik sepanjang 11 kilometer, yang mengikat kawasan kampus menjadi sebuah kesatuan. Warga ITB bisa menikmati internet dengan harga super hemat: Rp 10 ribu per bulan.

Ia juga memprakarsai pendirian Computer Network Research Group (CNRG) pada 1994. Di awal tahun 1999, ketika Onno mengepalai Perpustakaan Pusat ITB, ia membawa sempalan eksponen CNRG untuk mengembangkan pengelolaan perpustakaan di Knowledge Management Research Group (KMRG). Hasilnya, Digital Library & Library Network terbentuk. Jaringan ini merangkaikan sedikitnya 20 unit perpustakaan di seluruh Indonesia.

Keseharian pria yang sempat diberitakan menjadi kandidat Menteri Telekomunikasi oleh presiden SBY ini adalah menulis artikel dan puluhan buku yang bisa diunduh secara gratis oleh banyak orang. Ia lebih memilih jalur independen dibandingkan terikat dengan suatu perusahaan atau instansi. Kini, ia lebih menikmati dikejar-kejar deadline oleh media atas artikelnya dan organizer untuk mengisi workshop, konferensi, dan seminar bidang teknologi.

Oleh: Atiqoh Hasan
PENDIDIKAN
  • Jurusan Teknik Elektro 1981
  • Beasiswa Phd di Kanada

KARIR
  • Pendidik Guru-guru di daerah tertinggal melalui STKIP Surya.
  • Penulis Teknologi Informasi
  • Pegawai Negeri Sipil sebagai Dosen Institut Teknologi Bandung, diberhentikan dengan hormat terhitung sejak Februari 2000
PENGHARGAAN
  • 2010, Anugrah "Tasrif Award" dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
  • 2009, Anugrah "Competency Award 2009" dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
  • 2009, Anugrah "TIRTO ADHI SOERJO" kategori Pelopor / Pemulai, dari [I:BOEKOE]
  • 2009, Indigo Fellow: Digital Community Fellow, dari PT. Telekomunikasi Indonesia
  • 2008, Menerima Gelar "Pahlawan Generasi Masa Kini" dari Modernisator
  • 2008, Masuk dalam buku "Indonesia 100 Innovators", Business Innovation Center
  • 2008, Menerima "IGOS Summit 2 Award", dari MENKOMINFO "Atas Semangat dan Perjuangan menyebarluaskan pemanfaatan Open Source di Indonesia
  • 2008, Menerima "Gadget Award Exclusive Appreciation", dari Majalah Gadget
  • 2005, Ashoka Senior Fellow, dari Ashoka (Amerika Serikat)
  • 2003, Sabbatical Award, dari International Development Research Center (IDRC) (Kanada)
  • 2002, Eisenhower Fellow, dari Eisenhower Fellowship (Amerika Serikat)
  • 2000, Award for Indonesian Internet Figure, KADIN Telematika Award
  • 2000, Masuk dalam buku "Indonesia Abad XXI: Di Tengah Kepungan Perubahan Global", Editor Ninok Leksono, KOMPAS
  • 1997, Menerima “ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award”, dari ASEAN Federation of Engineering Organization (AFEO)
  • 1996, Menerima "Adhicipta Rekayasa", dari Persatuan Insinyur Indonesia
  • 1994, Profil Peneliti, KOMPAS 26 Desember 1994
  • 1992, Masuk dalam buku "American Men and Women of Science", R.R.Bowker, New York (Amerika Serikat)
  • 1987, Lulusan Terbaik, Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung.
 Open Bts
Open Base Transceiver Station, atau disingkat OpenBTS, adalah sebuah BTS GSM berbasis software, yang memungkinkan pengguna ponsel GSM melakukan pangilan telepon atau berkirim pesan singkat (sms), tanpa menggunakan jaringan operator selular komersial.

Artinya, dengan teknologi ini pengguna bisa melakukan telepon atau sms tanpa membutuhkan pulsa. Bahkan, dengan merakit OpenBTS ini, sebenarnya ibaratnya membangun operator seluler sendiri. Hanya saja jangkauan sinyalnya terbatas, dan hanya bisa berkomunikasi dengan ponsel lain yang terkoneksi dengan jaringan OpenBTS ini.Penerapan OpenBTS di Indonesia sedang digalakkan oleh praktisi teknologi informasi Onno W Purbo. Berikut adalah dasar-dasar perangkat dan piranti lunak yang dibutuhkan untuk menggunakan teknologi ini seperti dikemukakan oleh Onno saat ditemui di kediamannya. 

Open WRT
Openwrt adalah salah satu distro linux yg dipasang di sebuah devices/perangkat keras. Kalau bahasa awamnya openwrt sama dengan windows(xp,7,8 dkk) ubuntu, opensuse dll. Jadi, openwrt adalah nama program, bukan perangkat.
Openwrt menyediakan file system dengan management paket.Yang dimaksud paket disini seperti
didalam windows yaitu, MS-Office, Internet exploler, notepad, dkk. Didalam openwrt, kita bebas mengkonfigurasiaplikasi yang dimasukkan kedalam program openwrt, untuk selajutnya di firmware/fw. Sehingga apabila kita membuat fw, kita bs langsung memasukkan aplikasi/paket yang diperlukan. Kita tidak perlu install manual paket satu persatu apabila sudah dimasukkan dalam 1 fw pada proses install ulang sebuah perangkat,untuk selajutnya disebut flashing.

Openwrt hanyalah sebuah kerangka/pondasi awal untuk membangun aplikasi. sehingga dari kerangka itulah kita bisa menambahkan aplikasi sesuai kebutuhan. Tanpa kerangka, kita tidak bisa membangun aplikasi yang didukung openwrt. Ibarat PC/laptop, tanpa terinstall windows xp/windows 7, kita tidak bisa memasang  aplikasi mozilla, chrome, office dkk di PC/laptop kita.

Keistimewaan dari openwrt adalah, hanya dengan processor mips(nama proccessor yg tertanam di router)dan ram 32MB sudah bisa berjalan. Bandingkan dengan PC/lapie kita :D

Openwrt banyak versi, yaitu
- backfire
- backport
- kamikaze
- trunk
dari sekian versi, yang masih update s/d sekarang adalah attitude adjustment/trunk.

Aplikasi apa saja yang bisa berjalan di openwrt? Berikut sedikit dari sekian banyak aplikasi yang bisa diterapkan :
- FTP server
- Samba Server / file sharing
- Openvpn server & client
- captive portal ( coova-chilli, chillispot)
- Mutiwan
- SSH server & Client
- SMS , USSD, Status signal
- Ip camera hanya dengan web cam
_ QoS service
- Proxy server
- Microcontroller
- Media Player
- I radio
- VoIP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar